Sebagai pemuda yang menjadi agent of change bangsa ini kita diharapkan mempunyai produktifitas yang tinggi. Kita harus mampu menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain. Bukan sebaliknya sebagai kaum yang sangat-sangat konsumtif dengan berbagai alasan gaya hidup-lah, pencarian jati diri-lah bahkan adu gengsi. Kita lebih banyak melakukan kegiatan yang cenderung menghabiskan resource yang tentu saja belum mampu kita hasilkan sendiri.Banyak dari kita yang hanya nongkrong-nongkrong di mall atau tempat lain dan nggak tau apa tujuan kita disana. Kebanyakan dari kita ingin mengisi kekosongan waktu namun seharusnya waktu yang kosong mampu kita manfaatkan menjadi pribadi yang lebih produktif (bukan berarti antipati dengan mall atau refreshing tapi jika kita ke mall atau ke manapun itu mempunyai tujuan yang jelas dan produktif).
Mindset kita selama ini yang masih menganggap riset itu susah dan cuma kerjaan seorang ilmuwan harus diubah. Setiap orang pasti bisa melakukan penelitian asalkan punya kemauan dan kerja keras. Semua yang ada dalam penelitian pasti bisa dipelajari dan dimengerti meskipun perlu waktu untuk mempelajarinya.
Usaha yang dikeluarkan untuk melakukan riset atau penelitian memang tidak sedikit, dan hal ini yang menyebabkan banyak dari kita enggan untuk melakukannya. Ibarat kata sebelum perang sudah menyerah, itulah yang dapat menggambarkan keadaan kita saat takut melakukan riset. Kita harus merasakan terlebih dahulu bagaimana rasanya melakukan riset baru kita bisa komentar seperti apa riset itu.
(to be Continued)
Labels: Riset
